Radiasi Perangkat Telekomunikasi Relatif Aman

BTS Belum Terbukti Timbulkan Penyakit

jb-hcpt-05k.jpg

Berikut berita yang termuat dalam harian Pikiran Rakyat Bandung mengenai radiasi dari perangkat Telekomunikasi ; 

Frekuensi radio dari gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh perangkat telekomunikasi seluler yang ada di Indonesia, baik dari menara BTS maupun pesawat telefon seluler, relatif aman bagi kesehatan manusia. Besaran radiasi yang dihasilkan masih di bawah ambang batas standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga sertifikasi dunia lain.

“Lagi pula, setiap operator seluler tidak akan gegabah memasang dan mengoperasikan perangkat yang menghasilkan frekuensi radio. Pengoperasian itu harus mendapat sertifikasi dari lembaga berwenang, dalam hal ini Dirjen Postel,” kata pengamat seluler, Gunung Hadi Widodo, saat dimintai pendapatnya berkaitan dengan munculnya kekhawatiran sejumlah warga yang tinggal di lokasi berdekatan dengan menara BTS.

Gunung yang juga Kepala Indosat Multimedia Mobile (IM3) Regional Jawa Barat menjelaskan, level batas radiasi yang diperbolehkan menurut standar yang dikeluarkan WHO masing-masing 4,5 watt/m2 untuk perangkat yang menggunakan frekuensi 900 MHz dan 9 watt/m2 untuk 1.800 MHz. Sementara itu, standar yang dikeluarkan IEEE C95.1-1991 malah lebih tinggi lagi, yakni 6 watt/m2 untuk frekuensi 900 MHz dan 12 watt/m2 untuk perangkat berfrekuensi 1.800 MHz.

“Umumnya, radiasi yang dihasilkan perangkat-perangkat yang digunakan operator seluler tidak saja di Indonesia, tapi juga seluruh dunia, masih jauh di bawah ambang batas standar sehingga relatif aman,” kata Gunung.

Gunung juga mengakui, sejauh ini protes dan kekhawatir masyarakat terhadap dampak radiasi gelombang elektromagnetik yang dihasilkan perangkat telekomunikasi seluler lebih banyak datang dari mereka yang tinggal di sekitar tower BTS (base transceiver station). Sejauh ini belum ada satu pun keluhan atau kekhawatiran akan dampak radiasi itu yang datang dari para pengguna telefon seluler.

“Padahal, jika dihitung-hitung, besarnya daya radiasi yang dihasilkan pesawat telepon seluler jauh lebih besar daripada radiasi tower BTS. Memang betul, daya dari frekuensi pesawat handphone sangat kecil, tapi karena jaraknya demikian dekat dengan tubuh kita, dampaknya juga lebih besar,” tambah Gunung.

Pernyataan tersebut didasarkan atas hasil perhitungan menggunakan rumus yang berlaku dalam menghitung besaran radiasi. Misalnya saja, pada tower BTS dengan frekuensi 1800 MHz daya yang digunakan rata-rata 20 watt dan pada frekuensi 900 MHz 40 watt, sedangkan pesawat handphone dengan frekuensi 1.800 MHz menggunakan daya sebesar 1 watt dan yang 900 MHz dayanya 2 watt.

Berdasarkan hasil perhitungan, pada jarak 1 meter (jalur pita pancar utama), tower BTS dengan frekuensi 1.800 MHz mengasilkan total daya radiasi sebesar 9,5 w/m2 dan pada jarak 12 meter akan menghasilkan total radiasi sebesar 0,55 w/m2. Untuk kasus tower IM3 yang memiliki tinggi 52 meter, berdasarkan hasil perhitungan, akan menghasilkan total radiasi sebesar 0,029 w/m2. “Jadi, kalau melihat hasil perhitungan demikian, sebenarnya angkanya sangat kecil sehingga orang yang tinggal di sekitar tower BTS cukup aman. Lagipula kalau tidak aman, bisnis sektor telekomunikasi pasti akan ditinggalkan konsumen,” katanya.

Pernyataan Gunung diperkuat oleh pengamat telematika, Try Djatmiko, yang menyebutkan bahwa persyaratan yang harus dipenuhi oleh operator telekomunikasi dalam mengoperasikan jaringan sangat berat dan ketat. Beberapa perangkat yang dihasilkan sejumlah vendor seperti Erricsson, Siemens, Motorola, dll. harus lebih dulu lewat seleksi di negaranya sebelum masuk ke Indonesia. (A-60)***

Tinggalkan komentar

Filed under Telekomunikasi

DIJUAL : BUNGA ANTHURIUM

anthurium-depan.jpg 

Panjang daun dewasa sekitar 50 cm, lebar +- 15 cm.
jenis Gelombang Cinta Curly. sedang belajar bertongkol 2buah. nego.

hub : arko : 0852-9247-0475

Belakangan ini bagi para pecinta tanaman khususnya bunga, akan mengenal yang namanya bunga Anthurium. Memang bunga ini harganya mahal karena mempunyai kelebihan dibanding tanaman bunga lainnya, diantara kelebihannya yaitu disamping memiliki daun yang indah, juga konon mempunyai energi untuk menetralisasi udara yang ada disekitarnya.

Anthurium termasuk tanaman dari keluarga Araceae. Tanaman berdaun indah ini masih berkerabat dengan sejumlah tanaman hias populer semacam aglaonema, philodendron,keladi hias, dan alokasia. Dalam keluarga araceae,anthurium adalah genus dengan jumlah jenis terbanyak. Diperkirakan ada sekitar 1000 jenis anggota marga anthurium.

Tanaman ini termasuk jenis tanaman evergreen atau tidak mengenal masa dormansi. Dialam, biasanya tanaman ini hidup secara epifit dengan menempel di batang pohon. Dapat juga hidup secara terestrial di dasar hutan.

Daya tarik utama dari anthurium adalah bentuk daunnya yang indah, unik, dan bervariasi. Daun umumnya berwarna hijau tua dengan urat dan tulang daun besar dan menonjol. Sehingga membuat sosok tanaman ini tampak kekar namun tetap memancarkan keanggunan tatkala dewasa. Tidak heran bila tanaman ini memiliki kesan mewah dan eksklusif. Dimasa lalu, anthurium banyak menjadi hiasan taman dan istana kerajaan-kerajaan di Jawa. Konon, dipuja sebagai tanaman para raja.

Secara umum anthurium dibedakan menjadi dua yaitu jenis anthurium daun dan jenis anthurium bunga. Anthurium daun memiliki daya pikat terutama dari bentuk-bentuk daunya yang istimewa. Sedangkan anthurium bunga lebih menonjolkan keragaman bunga baik hasil hibrid maupun spesies. Biasanya jenis anthurium bunga dijadikan untuk bunga potong.

Tinggalkan komentar

Filed under Usaha & Bisnis

Seandainya Rosullulloh datang ke rumah kita

Bayangkan apabila Rasulullah SAW dengan seijin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita… Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita.

Apa yang akan kita lakukan ? Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah SAW sudi menginap beberapa hari di rumah kita.

Beliau tentu tersenyum…

Tapi barangkali kita meminta pula Rasulullah SAW menunggu sebentar di depan pintu karena kita teringat Video CD rated R18+ yang ada di ruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam.

Beliau tentu tetap tersenyum…

Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa. Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan kita meletakkannya di ruang tamu.

Beliau tentu tersenyum…

Bagaimana bila kemudian Rasulullah SAW bersedia menginap di rumah kita ? Barangkali kita teringat bahwa anak kita lebih hapal lagu-lagu barat daripada menghapal Sholawat kepada Rasulullah SAW. Barangkali kita menjadi malu bahwa anak-anak kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW karena kita lupa dan lalai mengajari anak-anak kita.

Beliau tentu tersenyum…

Barangkali kita menjadi malu bahwa anak kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan sahabatnya tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota Power Rangers atau Kura-kura Ninja. Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar mandi menjadi ruang Shalat. Barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah SAW.

Beliau tentu tersenyum…

Belum lagi koleksi buku-buku kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi kaset kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi karaoke kita dan anak-anak kita. Kemana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita ?
Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke masjid meskipun azan berbunyi.
Beliau tentu tersenyum…

Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib keluarga kita malah sibuk di depan TV. Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan sholat sunnah. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al Qur’an. Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita.

Beliau tentu tersenyum…

Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita. Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita.

Betapa senyum beliau masih ada di situ…

Bayangkan apabila Rasulullah SAW tiba-tiba muncul di depan rumah kita…
Apa yang akan kita lakukan ? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita ?
Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu.

Maafkan kami ya Rasulullah…
Masihkah beliau tersenyum ?
Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir…
Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah…

(milis pk-jaktim@yahoogroups.com) Oleh: Nove (Diforward dari seorang sahabat, Al Muhandis).

Tinggalkan komentar

Filed under Agama

Hakikat Gambar

anak-kecil1.gifPada hakikatnya menggambar itu terbagi menjadi dua bentuk:

Gambar dengan tangan (melukis), yaitu seseorang dengan keahlian tangan dan inspirasinya menggambar atau melukis dengan memakai alat-alat lukis, baik yang dilukisnya itu dalam bentuk makhluk hidup yang bernyawa ataupun selainnya.

Gambar dengan alat ( fotografi/kamera ), yaitu seseorang dengan memakai kecanggihan tehnologi (kamera) memindahkan media yang dinginkan menjadi sebuah gambar, baik media tersebut dalam bentuk makhluk hidup bernyawa atau selainnya.

 HUKUM GAMBAR 

          Sebelum kita bahas tentang hukum gambar sebenarnya dalam timbangan syara’, maka perlu diketahui dan dipahami bahwa gambar berdasarkan hukumnya bisa terbagi menjadi dua bagian.

  

Gambar yang tidak bernyawa

Seperti gunung, sungai, matahari, bulan dan pepohonan atau benda mati yang lain. Maka yang demikian tidak terlarang menurut mayoritas Ulama, meskipun ada yang berpendapat tidak bolehnya menggambar sesuatu yang berbuah dan tumbuh seperti pohon, tumbuh-tumbuhan dan semacamnya, namun pendapat ini lemah. Gambar yang bernyawaMenggambar semacam ini terbagi menjadi dua bentuk:a.    Menggambar dengan tangan (melukis), maka yang seperti ini terlarang dan hukumnya haram. Dan perbuatan yang demikian termasuk salah satu dari dosa-dosa besar. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shollallohu  ‘alaihi wa sallam yang telah memberikan peringatan dan ancaman keras sebagaimana yang terdapat dalam beberapa hadits di bawah ini :

1.    Riwayat Ibnu Abbas:

Artinya, “Setiap pelukis berada dalam neraka, dijadikan kepadanya setiap apa yang dilukis/digambar bernyawa dan mengadzabnya dalam neraka Jahannam.” (H.R Muslim).

2.  Riwayat Abu Khudzaifah

Bahwa Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat orang yang makan riba, dan orang yang memberi makan dari riba, dan orang yang bertato, dan yang minta ditato, dan pelukis/tukang gambar.” (H.R Bukhori )

2.    Riwayat ‘Aisyah

Bahwa Rosululloh Shollallohu alaihi wa sallam bersabda, “Seberat-berat manusia yang teradzab pada hari kiamat adalah orang-orang yang ingin menyerupai ciptaan Alloh.” ( H.R Bukhori dan Muslim ).

3.    Riwayat Abu Huroiroh, beliau mendengar Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Alloh Ta’ala berfirman: Dan siapa yang lebih celaka daripada orang yang menciptakan ciptaan seperti ciptaan-Ku, maka  hendaklah mereka ciptakan sebutir jagung, biji-bijian dan gandum (pada hari kiamat kelak).” (H.R Bukhori dan Muslim)

 Dan menggambar (melukis) yang dimaksud pada beberapa hadits di atas adalah menggambar dengan tangan, yaitu seseorang dengan keahlian dan inspirasinya serta imajinasinya memindahkan sebuah gambar ke dalam kanvas dengan tangannya sampai kemudian sempurna menyerupai ciptaan Alloh Ta’ala, karena dia berusaha memulai sebagaimana Alloh Ta’ala memulai, dan menciptakan sebagaimana Alloh Ta’ala menciptakan. Dan meskipun tidak ada niatan sebagai upaya penyerupaan, namun suatu hukum akan berlaku apabila tergantung atas sifatnya. Maka manakala terdapat sifat, terdapat pula hukum, dan seorang pelukis gambar apabila melukis/menggambar sesuatu maka penyerupaan itu ada (terjadi) walaupun tidak diniatkan. Dan seorang pelukis pada umumnya tidak akan bisa terlepas dari apa yang diniatkan sebagai penyerupaan, dan ketika apa yang digambar itu hasilnya lebih baik dan memuaskan maka seorang pelukis akan bangga dengannya. Dan penyerupaan akan terjadi hanya dengan apa yang dia gambar, baik dikehendakinya atau tidak. Karena itulah ketika seseorang melakukan perbuatan yang menyerupai perbuatan orang lain, maka kita akan berkata: “Sesungguhnya perbuatan ini menyerupai perbuatan itu, walaupun yang melakukan tidak bermaksud menyerupai.“ b. Menggambar dengan menggunakan selain tangan, seperti menggambar dengan kamera (fotografi), yang dengannya sesuatu  ciptaan Alloh Ta’ala bisa berubah menjadi sebuah gambar, dan orang yang melakukannya tanpa melakukan sesuatu kecuali mengaktifkan alat kamera tersebut yang kemudian menghasilkan sebuah gambar pada sebuah kertas.

    Maka bentuk menggambar semacam ini, di dalamnya terdapat permasalahan  diantara para Ulama’, karena yang demikian tidak pernah ada dan terjadi pada jaman Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam, khulafa’ur Rosyidin, dan Ulama terdahulu dari kalangan as-Salaf. Sehinga Ulama setelah mereka berbeda pendapat dalam menyikapinya:

 1.    Sebagian dari mereka mengatakan tidak boleh, dan hal ini sebagaimana menggambar dengan tangan berdasarkan keumuman lafadz (secara uruf/kebiasaan). 2.    Sebagian dari mereka membolehkan, karena secara makna bahwa mengambar dengan memakai alat kamera tidak seperti perbuatan pelukis yang dengannya ada penyerupaan terhadap ciptaan Alloh Ta’ala.  Dan pendapat yang mengatakan diharamkannya menggambar dengan memakai alat kamera lebih berhati-hati, sementara pendapat yang mengatakan halalnya lebih sesuai dengan kaidah yang ada. Akan tetapi mereka yang mengatakan halal ini mensyaratkan agar gambar yang dihasilkan tidak merupakan perkara yang haram seperti gambar wanita (bukan mahrom), atau gambar seseorang dengan maksud untuk digantungkan dalam kamar untuk mengingatnya (sebagai pajangan), atau gambar yang tersimpan dalam album untuk dinikmati dan diingat. Maka yang demikian haram hukumnya karena mengambil gambar dengan alat kamera dan menikmatinya dengan maksud selain untuk dihina dan dilecehkan haram menurut sebagian besar Ulama sebagaimana yang demikian telah dijelaskan dalam as-Sunnah as-Shohihah.Adapun terhadap gambar (foto) yang digunakan untuk tujuan dan kepentingan tertentu, seperti foto untuk KTP, paspor, STNK, dan kegiatan yang dengannya diminta sebagai bukti kegiatan maka yang demikian tidaklah terlarang. Sementara foto kenangan, seperti  pernikahan, dan acara-acara selainnya yang dengannya untuk dinikmati tanpa ada kepentingan yang jelas maka hukumnya haram. Sebagaimana sabda Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam saat menjelaskan bahwa para malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada gambar. Dan bagi siapa saja yang memiliki foto-foto demikian agar memusnahkannya, sehingga kita tidak berdosa lantaran foto-foto tersebut.Dan tidak ada perbedaan, apakah gambar tersebut memiliki bayangan (berbentuk) atau tidak, sebagaimana tidak ada perbedaan apakah menggambarnya dalam rangka untuk main-main, atau menggambarnya di papan tulis untuk menjelaskan makna sesuatu agar mudah dipahami oleh siswa, dan yang demikian maka seorang guru tidak boleh menggambar di papan tulis gambar manusia ataupun hewan.Namun dalam keadaan terpaksa, seorang guru boleh menggambar bagian dari tubuh seseorang, seperti kaki kemudian menjelaskannya dan setelah itu menghapusnya, dan kemudian menggambar tangan, atau kepala sebagaimana cara di atas. Maka yang demikian tidak terlarang.  HUKUM MELIHAT GAMBAR Adapun hukum melihat gambar yang terdapat dalam majalah, koran, televisi (termasuk internet karena pada dasarnya dapat disebut majalah elektronik) secara terperinci sebagai berikut:

1.    Gambar Manusia

Jika yang dilihat gambar manusia dengan maksud untuk kenikmatan dan kepuasan maka yang demikian haram hukumnya, dan jika bukan dalam rangka itu yang dengan melihatnya tidak dengan tujuan kepuasaan atau kenikmatan, hati dan syahwatnya tidak tergerak karena hal itu, maka tidak apa-apa. Dan hal inipun dengan syarat terhadap mereka yang halal untuk dilihat, seperti laki-laki melihat laki-laki, dan wanita melihat wanita menurut pendapat yang kuat hal ini tidak terlarang dengan syarat sesuai dengan kebutuhan (seperlunya) alias bukan semata karena menginginkan gambar itu.

Dan jika yang dilihat adalah mereka yang tidak halal untuk dilihat, seperti laki-laki melihat wanita (bukan mahrom), maka hukum tentang hal ini masih samar dan meragukan namun pendapat yang berhati-hati adalah tidak melihatnya karena khawatir terjadi fitnah Sebagaimana sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud Rodhiallohu anhu :“Janganlah seorang wanita tidur bersama dalam satu selimut (bersentuhan tubuh) dengan wanita yang lain sehingga dia membeberkan sifatnya kepada suaminya seolah-olah melihat wanita tersebut.“ (HR.Bukhori ). Dan membeberkan sifat sesuatu melalui gambar (bentuk tubuh) lebih mengena daripada dengan sekedar membeberkan sifat saja. Dan menjauhi dari setiap perantara fitnah merupakan perkara yang harus dilakukan.Catatan:Untuk menghindari kesalahpahaman seakan laki-laki boleh melihat gambar sekalipun gambar wanita asing, maka hal ini perlu dirinci lebih lanjut, yaitu: Jika yang dilihat adalah wanita tertentu (secara khusus/pribadi karena sudah dikenal atau diidolakan) dengan tujuan menikmati dan untuk kepuasan syahwat, maka hukumnya haram karena ketika itu jiwanya sudah tertarik padanya dan terus memandang, bahkan bisa menimbulkan fitnah besar. Dan jika tidak demikian, dalam artian hanya sekedar melihat tanpa ada perasaan apa-apa (numpang lewat saja) dan tidak membuatnya mengamat-amati, maka pengharaman terhadap hal seperti ini perlu diberi catatan dulu, karena menyamakan melihat sekilas dengan melihat secara hakiki tidaklah tepat karena adanya perbedaan dari keduanya amat besar, akan tetapi sikap yang utama adalah menghindari karena hal itu menuntun seseorang untuk meilihat dan selanjutnya mengamat-amati, kemudian menikmati dengan syahwat, oleh karena itulah Rosululloh melarang hal itu sebagaimana hadits (artinya),“Janganlah seorang wanita tidur bersama dengan wanita yang lain dalam satu selimut (bersentuhan tubuh) sehingga dia membeberkan sifatnya kepada suaminya seolah-olah melihat wanita tersebut.“ (H.R. Bukhari ).  Sedangkan bila terhadap bukan wanita tertentu (tidak bersifat khusus/pribadi dan pada asalnya tidak mengenalnya), maka tidak apa-apa melihatnya bila tidak khawatir terjerumus ke dalam larangan syari’at.2.    Gambar selain manusia, maka tidak apa-apa melihatnya selama ia tidak bermaksud untuk memilikinya. PENUTUP     Dari penjelasan di atas, kita berharap permasalahan yang ada menjadi jelas. Semoga Alloh Ta’ala senantiasa memberikan hidayah dan taufiq kepada kita semua. Wallohu a’lam bish showab.   (Disarikan dari Majmû’ Fatâwa Wa Rasâ`il Syaikh Muhammad Bin Sholih al-Utsaimîn, oleh Fahd Bin Nâshir Bin Ibrohim as-Sulaiman [editor.,])

Tinggalkan komentar

Filed under Agama

Perabotan Impor: Berbahaya, Kandung Formalin!

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menilai sejumlah produk perabotan

rumah tangga yang terbuat dan melamin mengandung formalin (formaldehid).

Kandungan formalin dalam perabotan impor itu mencapai 4,76 – 9,22

miligram per liter.

?Ironisnya, perabotan itu digunakan sebagai wadah makanan dan minuman,

terutama anak-anak. Kalau tercampur air panas, zat kimia pada peralatan

itu akan bereaksi dan menyebabkan konsumen yang menggunakannya dapat

menderita sakit kepala, gangguan pernapasan, dan memicu kanker,? kata

peneliti YLKI Ilyani S Andang di Jakarta, Selasa (28/6).

Ilyani menyebutkan, kandungan unsur berbahaya itu diketahui YLKI dari

hasil kerja samanya dengan peneliti dari laboratorium Universitas

Indonesia. Faktor keamanan dan penggunaan perabotan itu tidak pernah

diinformasikan secara jelas. Pengawasan pemerintah terhadap asal-muasal

dan dampak negatif produk itu pun tidak ketat.

Perabotan rumah tangga itu semakin membanjiri pasar tradisional dan

swalayan. Produknya, antara lain, berupa sendok, garpu, gelas, piring, dan

mangkuk. Penawaran harganya pun sangat menggiurkan.

Di Pasar Pagi Glodok, Jakarta Barat, misalnya, mangkok melamin dijual

seharga Rp 24.000 per lusin, gelas lengkap dengan tutupnya Rp 80.000 – Rp

90.000 per lusin. Ada juga yang menjual secara eceran.

Tanpa peduli bahayanya bagi kesehatan, pedagang tetap menawarkan bahwa

perabotan itu tahan air panas.

———————————

Nah, sekarang bagaimana cara mengetahui adanya formalin dalam makanan??

Berikut ini test sederhana atau tes qualitative atau test spot. Pake saja

chromotropic acid.

Taruh makanan berformalin tsb (di potong kecil2) dalam suatu

wadah berisi sedikit air, taruh sedikit chromotropic acid diatasnya,lalu

panaskan. Jika reagent testnya berubah menjadi ungu atau purple,maka

positif ada formalin.

Semoga artikel ini bermanfaat buat semuanya.

Tinggalkan komentar

Filed under Kesehatan

Melamin, Piring Cantik yang Menyimpan Racun

Di banyak toko yang menjual perabot rumah tangga, peralatan makan dan

minum yang disebut melamin relatif mudah ditemukan.

Kalau sekitar tahun 1970-1980-an melamin masih terbatas warna maupun

coraknya, maka kini desain melamin bisa bersaing dengan barang pecah belah

lainnya.

Produk pecah belah melamin begitu banyaknya sehingga barang ini tak

hanya bisa dibeli di toko tertentu, tetapi juga di pasar tradisional

sampai di pedagang kaki lima.

Cikal bakal melamin dimulai tahun 1907 ketika ilmuwan kimia asal Belgia,

Leo Hendrik Baekeland, berhasil menemukan plastik sintesis pertama yang

disebut bakelite. Penemuan itu merupakan salah satu peristiwa bersejarah

keberhasilan teknologi kimia awal abad ke-20.

Pada awalnya bakelite banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan

telepon generasi pertama. Namun, pada perkembangannya kemudian, hasil

penemuan Baekeland dikembangkan dan dimanfaatkan pula dalam industri

peralatan rumah tangga. Salah satunya adalah sebagai bahan dasar peralatan

makan, seperti sendok, garpu, piring, gelas, cangkir, mangkuk, sendok sup,

dan tempayan, seperti yang dihasilkan dari melamin.

Peralatan makan yang terbuat dari melamin di satu sisi menawarkan banyak

kelebihan. Selain desain warna yang beragam dan menarik, fungsinya juga

lebih unggul dibanding peralatan makan lain yang terbuat dari keramik,

logam, atau kaca. Melamin lebih lebih ringan, kuat, dan tak mudah pecah.

Harga peralatan melamin pun relatif lebih murah dibanding yang terbuat

dari keramik misalnya.

Potensi formalin

Dengan segala kelebihan melamin, tak heran kalau sebagian orang tidak

menyadari bahwa melamin menyimpan potensi membahayakan bagi kesehatan

manusia.

Menurut pengajar pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Institut Teknologi Bandung, Bambang Ariwahjoedi PhD, MSc, melamin

berpotensi menghasilkan monomer beracun yang disebut formaldehid

(formalin).

Selain berfungsi sebagai bahan pengawet, formaldehid juga digunakan

untuk bahan baku melamin. Menurut Ariwahjoedi, melamin merupakan suatu

polimer, yaitu hasil persenyawaan kimia (polimerisasi) antara monomer

formaldehid dan fenol. Apabila kedua monomer itu bergabung, maka sifat

toxic dari formaldehid akan hilang karena telah terlebur menjadi satu

senyawa, yakni melamin.

Berdasarkan kerja sama penelitian antara Universitas Indonesia dan

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), diketahui kandungan formaldehid

dalam perkakas melamin mencapai 4,76?9,22 miligram per liter.

?Permasalahannya, dalam polimerisasi yang kurang sempurna dapat terjadi

residu, yaitu sisa monomer formaldehid atau fenol yang tidak bersenyawa

sehingga terjebak di dalam materi melamin. Sisa monomer formaldehid inilah

yang berbahaya bagi kesehatan apabila masuk dalam tubuh manusia,? ujar

Ariwahjoedi.

Dalam sistem produksi melamin yang tidak terkontrol, bahan formaldehid

yang digunakan cenderung tidak sebanding dengan jumlah fenol. Maka, kerap

terjadi residu.

Ini bukan berarti proses produksi yang sudah menerapkan well controlled

dan tidak menghasilkan residu terbebas dari potensi mengeluarkan racun.

Menurut Ariwahjoedi, formaldehid di dalam senyawa melamin dapat muncul

kembali karena adanya peristiwa yang dinamakan depolimerisasi (degradasi).

Dalam peristiwa itu, partikel-partikel formaldehid kembali muncul sebagai

monomer, dan otomatis menghasilkan racun.

Ariwahjoedi menjelaskan, senyawa melamin sangat rentan terhadap panas

dan sinar ultraviolet. Keduanya sangat berpotensi memicu terjadinya

depolimerisasi. Selain itu, gesekan-gesekan dan abrasi terhadap permukaan

melamin juga berpotensi mengakibatkan lepasnya partikel formaldehid.

Ariwahjoedi menambahkan, formaldehid sangat mudah masuk ke tubuh

manusia, terutama secara oral (mulut). Formaldehid juga dapat masuk

melalui saluran pernapasan dan cairan tubuh.

Monomer formaldehid yang masuk ke tubuh manusia berpotensi membahayakan

kesehatan. ?Formalin kan berfungsi untuk membunuh bakteri. Kalau bakteri

saja tidak bisa hidup, berarti tinggal selangkah lagi meracuni makhluk

yang lain,? ungkapnya berilustrasi.

Formaldehid yang masuk ke dalam tubuh dapat mengganggu fungsi sel,

bahkan dapat pula mengakibatkan kematian sel.

Dalam jangka pendek, hal ini bisa mengakibatkan gejala berupa muntah,

diare, dan kencing bercampur darah. Sementara untuk jangka panjang,

akumulasi formaldehid yang berlebih dapat mengakibatkan iritasi lambung,

gangguan fungsi otak dan sumsum tulang belakang. Bahkan, fatalnya dapat

mengakibatkan kanker (karsinogenik).

Tinggalkan komentar

Filed under Kesehatan

MENGENAL FORMALIN DAN BAHAYANYA

MENGENAL FORMALIN DAN BAHAYANYA magnify

Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. Didalam formalin terkandung sekitar 37 persen formaldehid dalam air.Biasanya ditambahkan metanol hingga 15 persen sebagai pengawet. Formalin dikenal sebagai bahan pembunuh hama (desinfektan) dan banyak digunakan dalam industri.

Nama lain formalin :

– Formol – Methylene aldehyde – Paraforin

– Morbicid – Oxomethane – Polyoxymethylene glycols

– Methanal – Formoform – Superlysoform

– Formic aldehyde – Formalith – Tetraoxymethylene

– Methyl oxide – Karsan – Trioxane

– Oxymethylene – Methylene glycol

Penggunaan formalin

* Pembunuh kuman sehingga dimanfaatkan untuk pembersih : lantai, kapal,gudang dan pakaian

* Pembasmi lalat dan berbagai serangga lain

* Bahan pembuatan sutra buatan, zat pewarna, cermin kaca dan bahan peledak

* Dalam dunia fotografi biasaya digunakan untuk pengeras lapisan gelatin dan kertas

* Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea

* Bahan pembuatan produk parfum

* Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku

* Pencegah korosi untuk sumur minyak

* Bahan untuk insulasi busa

* Bahan perekat untuk produk kayu lapis (plywood)

* Dalam konsentrasi yag sangat kecil (<1 persen) digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut, perawat sepatu, shampoo mobil, lilin dan karpet.

Bahaya bila terpapar oleh formalin

Bahaya utama

Formalin sangat berbahaya jika terhirup, mengenai kulit dan tertelan.

Akibat yang ditimbulkan dapat berupa : luka bakar pada kulit, iritasi pada saluran pernafasan, reaksi alergi dan bahaya kanker pada manusia.

Bahaya jangka pendek (akut)

1. Bila terhirup

* Iritasi pada hidung dan tenggorokan, gangguan pernafasan, rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan serta batuk-batuk.

* Kerusakan jaringan dan luka pada saluran pernafasan seperti radang paru, pembengkakan paru.

* Tanda-tada lainnya meliputi bersin, radang tekak, radang tenggorokan, sakit dada, yang berlebihan, lelah, jantung berdebar, sakit kepala, mual dan muntah.

* Pada konsentrasi yang sangat tinggi dapat menyebabkan kematian.

2. Bila terkena kulit

Apabila terkena kulit maka akan menimbulkan perubahan warna, yakni kulit menjadi merah, mengeras, mati rasa dan ada rasa terbakar.

3. Bila terkena mata

* Apabila terkena mata dapat menimbulkan iritasi mata sehingga mata memerah, rasanya sakit, gata-gatal, penglihatan kabur dan mengeluarkan air mata.

* Bila merupakan bahan berkonsentrasi tinggi maka formalin dapat menyebabkan pengeluaran air mata yang hebat dan terjadi kerusakan pada lensa mata.

4. Bila tertelan

* Apabila tertelan maka mulut, tenggorokan dan perut terasa terbakar, sakit menelan, mual, muntah dan diare, kemungkinan terjadi pendarahan , sakit perut yang hebat, sakit kepala, hipotensi (tekanan darah rendah), kejang, tidak sadar hingga koma.

* Selain itu juga dapat terjadi kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, sistem susunan syaraf pusat dan ginjal.

Bahaya jangka panjang (kronis)

1. Bila terhirup

Apabila terhirup dalam jangka lama maka akan menimbulkan sakit kepala, gangguan sakit kepala, gangguan pernafasan, batuk-batuk, radang selaput lendir hidung, mual, mengantuk, luka pada ginjal dan sensitasi pada paru.

* Efek neuropsikologis meliputi gangguan tidur, cepat marah, keseimbangan terganggu, kehilangan konsentrasi dan daya ingat berkurang.

* Gangguan haid dan kemandulan pada perempuan

* Kanker pada hidung, ronggga hidung, mulut, tenggorokan, paru dan otak.

2. Bila terkena kulit

Apabila terkena kulit, kulit terasa panas, mati rasa, gatal-gatal serta memerah, kerusakan pada jari tangan, pengerasan kulit dan kepekaan pada kulit, dan terjadi radang kulit yang menimbulkan gelembung.

3. Bila terkena mata

Jika terkena mata, bahaya yang paling menonjol adalah terjadinya radang selaput mata.

4. Bila tertelan

Jika tertelan akan menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan, muntah-muntah dan kepala pusing, rasa terbakar pada tenggorokan, penurunan suhu badan dan rasa gatal di dada.

Tindakan Pencegahan:

1. Terhirup

* Untuk mencegah agar tidak terhirup gunakan alat pelindung pernafasan, seperti masker, kain atau alat lainnya yang dapat mencegah kemungkinan masuknya formalin ke dalam hidung atau mulut.

* Lengkapi sistem ventilasi dengan penghisap udara (exhaust fan) yang tahan ledakan.

2. Terkena mata

* Gunakan pelindung mata atau kacamata pengaman yang tahan terhadap percikan.

* Sediakan kran air untuk mencuci mata di tempat kerja yang berguna apabila terjadi keadaan darurat.

3. Terkena kulit

* Gunakan pakaian pelindung bahan kimia yang cocok.

* Gunakan sarung tangan yang tahan bahan kimia.

4. Tertelan

Hindari makan, minum dan merokok selama bekerja. Cuci tangan sebelum makan.

Tindakan pertolongan pertama

1. Bila terhirup

Jika aman memasuki daerah paparan, pindahkan penderita ke tempat yang aman. Bila perlu, gunakan masker berkatup atau peralatan sejenis untuk melakukan pernafasan buatan. Segera hubungi dokter.

2. Bila terkena kulit

Lepaskan pakaian, perhiasan dan sepatu yang terkena formalin. Cuci kulit selama 15-20 menit dengan sabun atau deterjen lunak dan air yang banyak dan dipastikan tidak ada lagi bahan yang tersisa di kulit. Pada bagian yang terbakar, lindungi luka dengan pakaian yag kering, steril dan longgar. Bila perlu, segera hubungi dokter.

3. Bila terkena mata

Bilas mata dengan air mengalir yang cukup banyak sambil mata dikedip-kedipkan. Pastikan tidak ada lagi sisa formalin di mata. Aliri mata dengan larutan dengan larutan garam dapur 0,9 persen (seujung sendok teh garam dapur dilarutkan dalam segelas air) secara terus-menerus sampai penderita siap dibawa ke rumah sakit. Segera bawa ke dokter.

4. Bila tertelan

Bila diperlukan segera hubungi dokter atau dibawa ke rumah sakit.

Cara penyimpanan formalin :

* Jangan disimpan di lingkungan bertemperatur di bawah 15 0C.

* Tempat penyimpanan harus terbuat dari baja tahan karat, alumunium murni, polietilen atau poliester yang dilapisi fiberglass.

* Tempat penyimpanan tidak boleh terbuat dari baja biasa, tembaga, nikel atau campuran seng dengan permukaan yang tidak dilindungi/dilapisi.

* Jangan menggunakan bahan alumunium bila temperatur lingkungan berada di atas 60 derajat Celsius.

Referensi :

Material Safety Data Sheet of Formaldehide (Formalin)


WASPADA FORMALIN DI PASARAN

WASPADA FORMALIN DI PASARAN

magnify

Waspadai Adanya Makanan Berformalin di Pasaran!

Konsumen harus teliti memilih bahan makanan agar terhindar dari

bahan pengawet seperti formalin. Memilih tahu misalnya, bila berbau obat

dan ditekan sangat kenyal, mungkin saja mengandung formalin

BEBERAPA waktu lalu Badan Pengawasan Obat dan Makanan menemukan

empek-empek dan mi basah yang dijual di beberapa tempat di Sumatera

Selatan ternyata mengandung formalin.

Belum lama ini, Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Pemerintah Kota

Jakarta Pusat juga mendapati puluhan ayam berformalin dijual di sejumlah

pasar tradisional.

Formalin sebenarnya adalah nama dagang dari larutan formadehid dalam air

dengan kadar 30-40 persen. Di pasaran, formalin dapat diperoleh dalam

bentuk sudah diencerkan dengan kadar formaldehid 40, 30, 20, dan 10

persen, serta dalam bentuk tablet yang beratnya masing-masing lima gram.

Formalin biasanya digunakan dokter forensik untuk mengawetkan mayat.

Mengapa sampai para pedagang membubuhi formalin pada dagangannya?

Mungkin mereka akan bungkam jika ditanya demikian. Namun, jika menilik

formalin biasa digunakan untuk mengawetkan mayat, bisa diduga para

pedagang ingin agar dagangannya tahan lama. Setidaknya, jika barang tidak

laku hari ini, ayam atau tahu yang telah diformalin bisa dijual kembali

keesokan harinya dan tetap terlihat segar.

Ini baru formalin pada bahan pangan. Masih ada sederet bahan tambahan

atau kimia yang kerap dibubuhkan dalam makanan, seperti rhodamin B

(pewarna merah), methanyl yellow (pewarna kuning), boraks, kloramfenikol,

dietilpilokarbonat, dulsin, dan nitrofurazon. Padahal, penggunaan

bahan-bahan kimia makanan tersebut sudah dilarang menurut Peraturan

Menteri Kesehatan Nomor 1168/Menkes/PER/X/1999.

Perhatikan cirinya

Monitoring sebenarnya sudah dilakukan petugas terkait dengan mengambil

sampel bahan secara acak ke sejumlah pedagang pasar tradisional atau

pedagang jajanan sekolah. Pasar swalayan juga menjadi sasaran inspeksi

mendadak para petugas.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan DKI Jakarta Edy Setiarto dan

Kepala Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Pusat (Jakpus) Sigit

Budiarto secara terpisah mengatakan, pemerintah mempunyai program

memonitoring para penjual makanan ternak di pasar-pasar tradisional. Bagi

yang tertangkap basah menjual bahan makanan berformalin, misalnya ayam,

akan disita dan dibakar di tempat pembakaran. Di Jakpus misalnya,

insenerator terletak di halaman kantor Kecamatan Senen.

Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan

Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Dedi Fardiaz mengatakan, BPOM bertugas

menyurvei makanan olahan atau jajanan. ?Hasil survei menjadi dasar untuk

membina para pedagang,? katanya.

BPOM antara lain menyurvei segala jenis makanan yang dikonsumsi anak

sekolah. Di sini dilihat apakah makanan olahan atau jajanan tersebut

mengandung pewarna berbahaya atau tidak. Ini, menurut Dedi, penting

dilakukan mengingat dampaknya terhadap kesehatan.

Agar tidak tertipu produk berbahaya itu, masyarakat sebaiknya

berhati-hati dan memerhatikan ciri-ciri serta perbedaan antara bahan

pangan segar dan yang mengandung bahan pengawet.

Kalau ayam berformalin, ciri yang paling mencolok adalah tidak ada lalat

yang mau hinggap. Jika kadar formalinnya banyak, ayam agak sedikit tegang

(kaku). Yang paling jelas adalah jika daging ayam dimasukkan ke dalam

reagen atau diuji laboratorium, nanti akan muncul gelembung gas,? papar

anggota staf Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Feteriner

Sudin Peternakan dan Perikanan Jakpus Elita Gunarwati.

Para pedagang biasanya membubuhi formalin dengan kadar minimal, sehingga

konsumen pada umumnya bingung ketika harus membedakannya dengan bahan

pangan segar. Pada daging ayam misalnya, karena hanya dibubuhi sedikit

formalin, bau obat tidak tercium.

Untuk itu, masyarakat harus lebih waspada dan bisa memilih dengan baik.

?Seperti yang dilakukan ibu-ibu di Pasar Benhil, Jakarta Pusat. Mereka

biasanya memilih membeli ayam hidup dan langsung dipotong di tempat,? kata

Sigit.

Konsumen juga harus berhati-hati jika menemui ayam atau daging yang

dijual dengan harga relatif jauh lebih murah daripada harga pasaran.

Kemungkinan bahan pangan ini mengandung bahan pengawet berbahaya. Kalau

membeli dalam jumlah banyak, misalnya untuk hajatan, pastikan pedagangnya

layak dipercaya. Seberapa pun sempitnya waktu, sebaiknya Anda tetap

meneliti ayam atau daging yang dibeli satu per satu.

Di industri kecantikan formalin biasa dipakai di produk cat kuku. “Di

perikanan, formalin digunakan untuk menghilangkan bakteri yang biasa hidup

di sisik ikan,” ungkap Wakil Dekan I Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Indonesia ini.

Menurut Bambang, formaldehid memiliki banyak fungsi, diantaranya sebagai

pengawet, serta anti bakteri. “Formaldehid juga dipakai untuk reaksi kimia

yang bisa membentuk ikatan polimer, dimana salah satu hasilnya adalah

menimbulkan warna produk menjadi lebih “muncul”. Itu sebabnya formaldehid

dipakai di industri plastik.”

Formalin masuk ke dalam tubuh manusia melalui dua jalan, yaitu mulut dan

pernapasan. “Sebetulnya, sehari-hari kita menghirup formalin dari

lingkungan sekitar.” Kata Bambang, polusi yang dihasilkan oleh asap

knalpot dan pabrik, mengandung formalin yang mau tidak mau kita hirup,

kemudian masuk ke dalam tubuh. “Begitupula dari asap rokok,” tandasnya.

Bahkan, air hujan yang jatuh ke bumi pun sebetulnya mengandung formalin.

Sebabkan Kanker

Di dalam tubuh, jika terakumulasi dalam jumlah besar, formalin

merupakan bahan beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia.

Jika kandungan dalam tubuh tinggi, akan bereaksi secara kimia dengan

hampir semua zat di dalam sel, sehingga menekan fungsi sel dan menyebabkan

kematian sel yang menyebabkan keracunan pada tubuh.

Bambang menegaskan, akumulasi formalin yang tinggi di dalam tubuh akan

menyebabkan berbagai keluhan, misalnya iritasi lambung dan kulit, muntah,

diare, serta alergi. “Bahkan bisa menyebabkan kanker, karena formalin

bersifat karsinogenik.”

Khusus mengenai sifatnya yang karsinogenik, Bambang mengingatkan,

formalin termasuk ke dalam karsinogenik golongan IIA. “Golongan I adalah

yang sudah pasti menyebabkan kanker, berdasarkan uji lengkap. Sedangkan

golongan IIA baru taraf diduga, karena data hasil uji pada manusia masih

kurang lengkap.”

Bambang menekankan, dalam jumlah sedikit, formalin akan larut dalam air,

serta akan dibuang ke luar bersama cairan tubuh. “Itu sebabnya formalin

sulit dideteksi keberadaannya di dalam darah.”

Tetapi, Bambang mengingatkan, imunitas tubuh sangat berperan dalam

berdampak tidaknya formalin di dalam tubuh. “Jika imunitas tubuh rendah,

sangat mungkin formalin dengan kadar rendah pun bisa berdampak buruk

terhadap kesehatan,” cetusnya.

Menanggapi hasil penelitian YLKI, Bambang sedikit ragu melihat angkanya

yang dinilainya sangat tinggi. “Apa betul, ya, angkanya segitu? Jika

betul, itu berarti tinggi sekali, lo. Menurut IPCS (International

Programme on Chemical Safety), secara umum ambang batas aman di dalam

tubuh adalah 1 miligram per liter,” tandasnya. Perlu diketahui, IPCS

adalah lembaga khusus dari tiga organisasi di PBB, yaitu ILO, UNEP, serta

WHO, yang mengkhususkan pada keselamatan penggunaan bahan kimiawi.

Meskipun diakui berbahaya jika terakumulasi di dalam tubuh, namun

Bambang melihat, sangatlah tidak bijaksana jika melarang penggunaan

formalin. “Bagaimanapun, industri memerlukan formalin,” katanya. “Yang

penting, kita harus bijaksana dalam menggunakannya, misalnya dengan cara

tidak menggunakannya pada makanan.”

BAGAIMANA MENYIKAPINYA?

1. Tenang

Meskipun harus waspada, hendaknya jangan lantas menjadi paranoid, alias

curigaan. Itu namanya paranoid. Yang penting, menurutnya, konsumen harus

jeli dengan memperhatikan kualitas barang serta harganya.

2. Dingin

Jika tidak yakin akan kualitas produk melamin yang Anda punya, sebaiknya

jangan gunakan piranti makan tersebut untuk makanan serta minuman panas.

“Untuk makanan dingin, sih, aman-aman saja, karena formalin yang sudah

membentuk polimer sulit untuk terurai. Kalaupun terurai, pasti tidak 100

persen,” papar Bambang.

3. Cermat

Dalam mengonsumsi bahan makanan, pilihlah yang tidak mengandung

formalin. “Kalau tahu tahan sampai berhari-hari, diduga keras mengandung

formalin,” ujar Bambang. Menurut situs WHO (lembaga PBB yang khusus

menangani kesehatan), sebetulnya, makanan yang mengandung formalin

memiliki bau yang khas, sehingga bisa dideteksi oleh orang awam sekalipun.

4. Pengawet Lain

Sebisanya, hindari penggunaan formalin sebagai bahan pengawet. “Jika

bisa diganti dengan pengawet lain, itu lebih baik,” saran Bambang.

———————————blog.360.yahoo.com/blog-jtqW4d8mfqjWyZWvHvGm1PBNnotV

Tinggalkan komentar

Filed under Kesehatan